Minggu, 13 November 2016

Al-Maqamat dan al-Ahwal

IDENTITAS
            Nama: Muhammad Rafli Hakim
            NIM: 72153009
            Prodi/Sem: Sistem Informasi-2 / III
            Fakultas: Sains dan Teknologi
            Perguruan Tingg: UIN Sumatera Utara
            Dosen Pengampu: Dr. Ja’far, MA
            Matakuliah: Akhlak Tasawuf

TEMA                        : Al-Maqamat dan al-Ahwal
           
BUKU                                               
Identitas Buku     : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan PraktisAjaran  Kaum Sufi(Medan: Perdana Publishing, 2016)
Sub 1 : Definisi
Sub 2 : Pondasi al-Maqamat
Sub 3 : Hierarki al-Muqamat
Sub 4 : Al-Maqam Lainnya
Sub 5 : Mengenal al-Ahwal


A. DEFINISI

      Hakikat al-muqamat dapat dilihat dari karya-karya sufi yang biasanya juga diiringi kajian tentang ahwal, sebab keduanya tidak bisa dibahas secara terpisah. Dalam kitab al-Luma , al-Thusi menjelaskan bahwa muqamat adalah tingkatan seorang hamba dengan Allah Swt. yang dibangun atas dasar pelaksanaan ibadah, mujahadah, riyadhah, dan kebersamaan dengannya. Teori al-maqamat sesuai dengan Q.S Ibrahim/14:14, dan Q.S al-Shaffat/37:164.sedangkan al-ahwal adalah keadaan hati (qalb) seorang sufi  sebagai akibat dari kemurnian zikirnya.(Ja’far: 2016 hal 48)
    Pengertian ini diperkenalkan dengan maksud sebagai bagian dari pentingnya disiplin dalam tasawuf, yang tujuan perjalanan spiritual , baik itu pemahaman tentang Allah, keridhaannya, Cinta-Nya dapat dicapai dengan demikian, kesimpulan yang ditarik oleh para sufi berdasarkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep yang menyusun urut-urutan dan macam-macam maqamat dan ahwal dan atau berdasarkan pengalaman yang mereka jalani sendiri ketika menempuh jalan spiritual. Dengan demikian, tidak semua pejalan spiritual harus mengikuti, menjalani, atau mengalami maqamat dan ahwal persis sebagaimana disebutkan oleh para sufi itu untuk dapat mencapai tujuan perjalanan spiritual. Yang pasti, dibutuhkan kualifikasi-kualifikasi spiritual yang terkait dengan keadaan hati dan ketinggian akhlak untuk meraih hal itu. Dan semuanya itu diyakini dibutuhkan upaya keras dan bersungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu mujahadah serta latihan-latihan keruhanian riyadhah.


B. Pondasi al-Maqamat

    Seorang salik harus lah melakukan khalwah dan uzlah dalam melaksanakan perjalanan spiritual menuju Allah swt. sebagai pondasi al-maqamat. Khalwah (menyepi) atau uzlah (mengasingkan diri) adalah memutus hubungan dengan makhluk dengan cara menyendiri untuk berdialog dan berteman dengan al-Haqq Allah s.w.t. Dalam prakteknya Ia akan makan dan minum dalam jumlah yang sesedikit mungkin dari kebutuhan tubuhnya. Ia lalu berusaha melupakan segala bentuk hasrat jasmani yang dimilikinya, dengan menyibukkan diri tanpa henti siang dan malam dengan zikir dan tafakur. Manfaat yang ia dapat dalam menjalani khalwah dan uzlah adalah bisa melepaskan diri dari perbuatan maksiat dan mengosongkan diri hanya beribah kepada allah.
    Ketika menjalankan khalwah dan uzlah, seorang salik juga harus menjalankan berbagai bentuk ibadah, mujahaddah, dan riyadhah. Menurut al-Qusyairi, ibadah atau ubudiyah adalah “melaksanakan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang”. Sedangkan menurut  al-din al-thusi riyadhah adalah menahan jiwa binatang agar salik tidak mengikuti kecenderungannya terhadap nafsu dan amarah, dan menahan jiwa rasional agar tidak menuruti insting binatang serta watak dan perbuatan tercela. Salah satu andalan seorang salik adalah zikir. Selain berzikir seorang salik yang sedang berkhalwat harus dalam keadaan berwudhu , berpuasa,sedikit makan dan minum, sedikit bicara dan terus beramal menjalankan ibadah shalat (wajib dan sunnah). Kebanyakan sufi mengadakan khalwah selama empat puluh hari.(Ja’far:2016 hal 54 dan 55)


C. Hierarki al-Muqamat

     Dalam pengalaman spritual al-Thusi dan al-Ghazali susunan al-maqamat ada yang berbeda. Al-Ghazali tidak memasukkan wara’ sedangkan al-Thusi tidak memasukkan al-mahabbah. Berikut susunan al-Maqamatnya:
- Tobat
Orang yang menempuh jalan sufi terlebih dahulu harus bertobat dari dosa, yang dilakukan oleh anggota badan, maupun yang tersembunyi di dalam hati.
- wara’
Wara’ yaitu meninggalkan segala sesuatu yang syubhat, yaitu segala sesuatu yang yang diragukan hukumnya, tidak jelas halal-haramnya, dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna.
- Zuhud
Zuhud yaitu mengosongkan hati dari cinta terhadap dunia dan menjalani hidup untuk beribadah kepada Allah SWT, serta mengosongkan hati dari selain Allah SWT dan memusatkan hati kepada cinta-Nya.
- Faqir
Faqir yaitu menjalani hidup dengan kesadaran bahwa ia hanya membutuhkan Allah SWT.
- Sabar
Sabar yaitu sabar dalam menjalani perintah, sabar dalam meninggalkan larangan, sabar dalam menghadapi kesulitan, dan sabar atas ni’mah yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepadanya.
- Tawakal
Tawakal yaitu menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT, tidak bergantung kepada selain-Nya, dan tidak pula kepada amal perbuatannya (nafsunya).
- Cinta (al-mahabbah)
Mahabbah pada tingkatan selanjutnya dapat diartikan suatu usaha sungguh-sungguh dari seseorang untuk mencapai tingkat rohaniah tertinggi dengan terwujudnya kecintaan yang mendalam kepada Allah Swt.
- Rida
Rida yaitu menerima dengan senang hati segala sesuatu yang ditakdirkan oleh Allah SWT dan menyadari bahwa ketentuan-Nya lebih baik daripada keinginannya.


D. Al-Maqam Lainnya

Maqam lainnya yaitu Ma’rifat yang memiliki kedudukan tertinggi diantara maqam-maqam yang dilewati oleh seorang sufi untuk bertemu Allah SWT, Memperoleh ma’rifah, merupakan proses yang bersifat kontinue. Makin banyak seorang Sufi memperoleh ma’rifah dari Allah, makin banyak yang diketahuinya tentang rahasia -rahasia Allah s.w.t. dan dia pun makin dekat kepada Allah. Pada dasarnya manusia juga hidup di dunia ini dengan dihiasi dengan masalah - masalah yang sudah tentu membutuhkan kebenaran. Begitu pun sebenarnya makrifah yang seharusnya selalu dibutuhkan oleh seorang hamba untuk lebih dekat lagi dengan Tuhannya. ma’rifatullah atau mengenal Allah yaitu awal kita beragama yang artinya tahapan ma’rifat adalah tahapan yang tertinggi dari pada tahapan tahapan yang lain yang merupakan dasar tahapan. Dengan mencapai ma’rifat maka segala ibadah akan bermakna karena kita mengenal siapa yang kita sembah. Jika makrifatullah adalah awal beragama, lalu apa akhir dari agama? Akhir dari beragama juga makrifatullah karena makrifatullah adalah ruh dari agama.

   
E. Mengenal al-Ahwal

     Sebagian sufi pernah menyebut beberapa contoh al-ahwal yang tidak diraih secara mandiri melainkan anugerah dari Allah Swt. yang keadaannya tidak kekal dalam diri seorang salik. Berikut contoh al-ahwa:
• Al-Muraqabah
Secara etimologi muraqabah berarti menjaga atau mengamati tujuan. Adapun secara terminologi muraqabah adalah salah satu sikap mental yang mengandung pengertian adanya kesadaran diri bahwa ia selalu berhadapan dengan Allah dan merasa diri diawasi oleh penciptanya.
• Takut (al-khauf)
Al-khauf adalah suatu sikap mental merasa takut kepada Allah karena kurang sempurna pengabdiannya atau rasa takut dan khawatir jangan sampai Allah merasa tidak senang kepadanya.
• Harap (al-raja’)
raja’ adalah sikap optimis dalam memperoleh karunia dan nikmat Allah SWT yang disediakan bagi hambanya yang saleh dan dalam dirinya timbul rasa optimis yang besar untuk melakukan berbagai amal terpuji dan menjauhi perbuatan yang buruk dan keji.
• Rindu (al-syawq)
Rasa rindu ini memancar dari kalbu karena gelora cinta yang murni. Untuk menimbulkan rasa rindu kepada Allah maka seorang salik terlebih dahulu harus memiliki pengetahuan dan pengenalan terhadap Allah. Jika pengetahuan dan pengenalan terhadap Allah telah mendalam, maka hal tersebut akan menimbulkan rasa senang dan gairah. Rasa senang akan menimbulkan cinta dan akan tumbuh rasa rindu, rasa rindu untuk selalu bertemu dan bersama Allah.


Kesimpulan

Dalam ilmu Tasawuf, maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa yang telah diusahakan, baik melalui riyadhah, ibadah, maupun mujahadah. Di samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Maqam dilalui seorang hamba melalui usaha yang sungguh-sungguh dalam melakukan sejumlah kewajiban yang harus ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Seorang hamba tidak akan mencapai maqam berikutnya sebelum menyempurnakan maqam sebelumnya.


Relevansi dengan bidang
           
Seorang yang ahli dalam bidang sistem informasi dapat menanamkan sifat al-maqamat sebagai acuan dalam menjalankan atau belajar tentang sistem informasi dengan tidak melupakan allah. Bahkan bisa meniru atau mengikuti apa yang dilakukan para sufi.

Minggu, 06 November 2016

Mata Kuliah Akhlak Tasawuf:Metode Tazkiyah Al-Nafs

IDENTITAS
            Nama : Muhammad Rafli Hakim
            NIM : 72153009
            Prodi/Sem : Sistem Informasi-2 / III
            Fakultas : Sains dan Teknologi
            Perguruan Tinggi  : UIN Sumatera Utara
            Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
            Matakuliah : Akhlak Tasawuf

TEMA             :  Metode Tazkiyah Al-Nafs

BUKU                                              
Identitas Buku : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan: Perdana Publishing, 2016)

METODE TAZKIYAH AL - NAFS
Kaum sufi meyakini bahwa akal manusia masih memiliki kelemahan, meskipun relatif sukses memberikan gambaran rasional terhadap dunia spritual. Sekedar contoh, akal tidak mampu menyaksikan realitas spiritual, atau merumuskan konsep ibadah yang diinginkan tuhan, akan tetapi akal mampu memberikan bukti rasional bagi ekstensi tuhan dan alam malaikat, atau merumuskan daya – daya psikologis manusia, dan membuktikan kepastian hari kiamat akan terjadi. Karena metode burhani tidak mampu membuat manusia untuk dapat menyaksian (musyahadah) realitas spiritual, maka dalam epistomologi islam dikenal dengan metode tazkiyah al-nafs atau irfani yang dinilai sangat ampuh menutupi kelemahan metode burhani.
Keabsahan tazkiyah al – nafs diakui oleh kitab suci umat islam. Al-qur’an misalnya, menegaskan bahwa para nabi dan rasul diutus untuk menyucikan jiwa manusia (Q.S Ali – Imran / 3:164 ). Term tazkiyah al –nafs disebut Al - qur’an sebanyak 25 kali dalam berbagai bentuk : akiyyah, azka, yuzakki, yatazakki atau zaki. Istilah tersebut dapat bermakna “tumbuh karena berkah dari Tuhan, Halal, sifat – sifat terpuji dan menyucikan jiwa”. Adapun keutamaan tazkiyah al – nafs menurut Al - quran bahwa pelakunya disebut sebagai orang – orang beruntung dan orang tersebut diberi pahala serta keabadian surgawi. Dengan demikian, metode irfani merupakan metode yang dikembangkan dari isyarat – isyarat wahyu, metode para nabi dan rasul, dan memberikan keberuntungan dunia dan akhirat kepada penggunanya.
Metode irfani merupakan metode kaum sufi dalam islam yang mengandalkan aktifitas penyucian jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., dan menilai bahwa ilmu hakiki hanya diraih dengan cara mendekatkan diri kepada sosok yang Maha Mengetahui (Al-Alim), bukan rasional. Al – Ghazali menekuni tasawuf dengan mempraktikkan metode para sufi seperti al – ‘uzlah, al – khalwah, al – riyadhah, dan al – mujahadah dalam rangka menyucikan jiwa, mendidik akhlak dan memurnikan hati untuk berzikir kepada allah. Al – Ghazali mengadakan khalwah selama 10 tahun untuk mempraktikkan semua metode kaum sufi, bahkan meninggalkan tahta, keluarga dan harta yang dimiliki. Dapat disimpulkan bahwa metode tazkiyah al – nafs dapat menjadi jalan lain bagi ilmuwan muslim untuk memperoleh ilmu (Ma’rifah).
Mazhab tasawuf, menurut Al – Ghazali dapat diwujudkan secara sempurna hanya melalui ilmu (‘ilm) dan amal (‘amal). Karya – karya para sufi menegaskan manusia terdiri atas badan dan jiwa (qalb). Baik badan maupun jiwa dapat menjadi sehat dan bahagia manakala kebutuhan keduanya dapat dipenuhi secara benar, dan menjadi sakit manakala kebutuhan keduanya tidak dipenuhi. Sebab itulah para sufi mengajarkan tentang usaha pemenuhan kebutuhan jiwa demi menghindari kehancurannya. Sebagaimana ditegaskan bahwa tasawuf tidak hanya sekedar ilmu, melainkan amal, sehingga menjadi dasar pijakan kaum sufi adalah mengamalkan ajaran kaum sufi dengan ‘uzlah, khalwah, riyadhah, mujahadah, ibadah dan zikr sebagai sarana paling tepat untuk menyucikan jiwa.

RELEVANSI
Keterkaitan antara sub bab kali ini dengan prodi yang saya ambil di salah satu Universitas Negeri Islam Sumatra Utara yaitu dalam mempelajari hal kita tidak hanya berpusat dalam satu teori saja tetapi kita juga harus membandingkan antar teori – teori dan pendapat para ahli dibidangnya masing – masing. Sebagai seorang progremmer kita tidak mesti harus dapat menguasai satu bahasa pemograman karena setiap perusahan kita tidak dihadapkan dengan apa program yang dikuasai tetapi akan banya pemograman yang lainnya yang akan kita jalankan. Jadi, sebagai seorang progremmer kita harus dapat menguasai beberapa keahlian dalam program.

Senin, 31 Oktober 2016

Epistemologi Tasawuf

ALHLAK  TASAWUF
Nama: Muhammad Rafli Hakim
NIM: 72153009
Prodi.Sem: Sistem Informasi-2/III
Fakultas: Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi: UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu: Dr. Ja’far, MA
Mata Kuliah: Akhlak Tasawuf

TEMA: Epistemologi Tasawuf

BUKU
Identitas Buku: Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran kaun sufi (Medan : Perdana Publishing, 2016)


Sub 1: Peran Hati dalam Tasawuf
    Istilah hati tersebut berulang kali dalam Al-qur’an dan hadis, yang biasanya disebut dengan kata qalb, al-fuad, atau af’idah.  Dalam tradisi Islam, hati (qalb) merupakan subsistem jiwa manusia. Ahmad Mubarok telah menemukan konsep Alquran tentang fungsi, potensi, kandungan, dan kualitas hati manusia.  Disebutkan bahwa ada delapan potensi hati, yakni hal itu bisa berpaling; merasa kecewa dan kesal; sengaja memutuskan untuk melakukan sesuatu; berprasangka;menolak sesuatu;mengingkari;dapat diuji;dapat ditundukkan;dapat diperluas dan di persempit; bahkan bisa ditutup rapat. Adapun kandungan hati manusia adlah penyakit.
            Mayoritas sufi menilai bahwa akal manusia tidak mamou mencapai hakikat Allah Swt.,dan Alquran menjelaskan bahwa kelemahan akal bisa ditutupi oleh hati yang damai. Jadi hati yang damai mampu datang dan menghadap pada Allah Swt. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa hati menjadi  standar baik dan buruk jasmani manusia. Nabi Muhammad Saw bersabda; “kaya itu bukanlah karena harta, tetapi kaya itu adalah kaya hati”. Hati sebagai sarana intuk menemukan ilmu lebih banyak dibahas oleh kaum sufi dalam berabagai karya mereka.
            Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati bermakna ganda. Pertama, hati adalah “Daging yang diletakkan didalam dada sebelah kiri. Dalam daging trsebut terdapat lubang, dan dalam lubang tersebut terdapat darah berwarna hitam yang menjadi sumber ruh.  Kedua, “sesuatu yang halus, bersifat ketuhanan, ruhani, dan memiliki kaitannya dengan ruh. Hati ini merupakan hakikat manusia. Jadi hati terdiri atas dua bentuk, yakni hati yang bersifat jasmani dan hati yang bersifat ruhani.

Sub 2: Metode Tazkiyah al-Nafs
   Kaum sufi meyakini bahwa akal manusia masih memiliki kelemahan. Akal tidak mampu mMenyaksikan realitas spiritual, atau merumuskan knsepibadah yang di inginkan Tuhan, akan tetapi akal mampu memberikan buktu rasional bagi eksistensi Tuhan dan alam malaikat, atau merumuskan daya-daya psikologi manusia, dan membuktian keputusan hari kiamat akan terjadi. Adapun keutamaan tazkiayh al-nafs  menurut al-quran bahwa pelakunya disebut sebagai orang-orang beruntung dan orang-orang tersebut diberi pahala serta keabadian surgawi.
Metode ‘irfani’ merupakan metode kaum sufi dalam Islam yang mengandlkan kativitas penyucian jiwa untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., dan menilai bahwa llmu hakiki hanya diraih dengan cara mendekatkan diri kepada sosok yang Maha Mengetahui, bukan dengan metode oservasi dan eksperimen atau juga metode rasional. Dalam al-Munqizh min al-Dhalal, al-Gazali menyatakan bahwa kaum sufi mampu meraih musyahadah dan mukasyafah, sehingga mereka akan mampu menyaksikan dan mendengar suara-suara para malaikat dan ruh-ruh para nabi dengan hati mereka. Merutunya seorang sufi hanya mampu meraih ma’rifah sebagai maqam paling tinggi. Al-ghazali tidak merasa puas dengan metode ketiganya, dan merasa gagal menemukan kebenaran, sampai akhirnya menemukan mazhab kaum sufi  dan metode tasawuf yang dapat diandalkan dalam menemukan kebenaran, serta menjauhkan diri dari keraguan.  Ibn al-Qayyim al-Jauziyah menyebut ilmu yang diraih oleh kaum sufi sebagaim ‘ilm laduniyun, yakni ilmu yang disyaratkan kepada ilmu yang diperoleh seorang hamba tanpa menggunakan sarana, tetapi berdasarkan ilham dari Allah, dan diperkenalkan Allah kepada hamba-Nya.

KESIMPULAN
Dijelaskan dalam al-qur’an bahwa kandungna hati manusia terdapat banyak sekali macam-macam penyakit hati. Manusia memiliki  banyak penyakit hati baik dari positif maupun yang negatif, dan islam mengajarkan agar mempunyai sifat hati positif dan menjauhi sifat hati yang negatif. Serta al-qur’an juga menjelaskan bahwa kelemahan akal bisa di tutupi dengan hati yang damai.

RELEVANSI DENGAN BIDANG :
Sebagai Jurusan Sistem Informasi kita walaupun tidak terlalu ahli dalam bidang IT ini dan juga tidak terlalu cerdas, maka janganlah menyombongkan diri denga ilmu yang dimiliki, bahkan Seorang IT yang sangat pintar sekalipun tetepi kalau dia sombong tidak akan mendamaikn kedamaian hati, tetapi sebaliknya jika seorang tersebut tidak terlalu cerdas jika memiliki hati yang bersih dan suci maka kekurangannya kan ditutupi oleh hati yang bersih tersebut.

Selasa, 25 Oktober 2016

Mata Kuliah Akhlak Tasawuf UIN Sumatera Utara

Identitas
Nama : Muhammad Rafli Hakim
NIM : 72153009
Prodi/Sem : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sanins dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pembimbing : Dr. Jaffar, MA
Mata Kuliah : Akhlak Tasawuf

Tema : Definisi, Hierarki dan Tujuan

Buku
Identitas Buku : Dr. Jaffar, MA, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi (Medan: Perdana Publishing, 2016)
           
Sub 1: Definisi Tasawuf
  • Ada 4 asal usul kata tasawuf :
1)  Istilah tasawuf berasal dari kata al shuf, yaitu wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba.
2)  Istilah tasawuf berasal dari kata al-shaf,yaitu barisan pertama yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama didepan tuhan.
3)  Istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi mengaku sebagai golongan ahli al shuffah yang diridai allah.
4)  Istilah tasawuf berasal dari kata al-shafa’ yang artinya kesucian, sebagai makna bahwa para sufi telah menyucikan akhlak mereka dari noda-noda bawaan dan karena kebersihan tindakan mereka.
  • Berdasarkan pendapat sejumla sufi, dapan dipahami bawha tasawuf merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan penyucian jiwa manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada allah swt.
  • Pembahasan tasawuf berkaitan dengan akhlak mulia, sikap konsisten mengendalikan diri kepada allah swt.

Sub 2: Tasawuf dalam hirarki ilmu-ilmu islam
  • Ibn kaldun mengkateggorikan tasawuf sebagai salah saatu dari berbagai ilmu-ilmu syariah.
  • Al-ghazali mengkategorikan tasawuf sebagai ilmu yang dihadirkan.
  • Ibn al-qayyim al-jauziyah mengelompokkan tasawuf keada ilmu makrifat dan ilmu yang didasari ilham dari allah.
  • Syekh Muhammad nakub mengkategorikan tasawuf sebagai metafisika islam.
  • Tasawuf salah satu ilmu syariahh yang bersumber dari al-quran dan hadis. Mespikun muncul sebagai disiplin ilmu, tasawuf sebagai bagian dari ilmu-ilmu syariat tela diprraktikkan pada zaman nabi Muhammad SAW, sahabat dan tabiin pada masa itu tasawuf masih berupa ibadah semata.

Sub 3: Tujuan Tasawuf
  • Dari pernyataan para sufi, dapat ditegaskan bahwa tujuan bertasawuf adalah bermakrifat pada allah swt.
  • Tasawuf berupaya mengantarkan penekunnya untuk selalu bersama allah dalamberbagai keadaan dan memantulan akhlak mulia dalam diri pengkasihnya sebagai wujud dari kemantapan tauhidnya.

Buku 2
Identitas Buku : Drs. H. Ahmad Bangun Nasution, M.A, Drs. Hj. Rayani Hanum Siregar,                                                M.H, Akhlak Tasawuf : Penerapan, Pemahaman dan Pengaplikasiannya

Sub 1 : Pengertian Tasawuf
  • Dari segi istilah ada5 istilahh yang berkenaan dengan tasawuf, yaitu al-suffah (orang yang ikut pindahh dengan nabi dari mekkah ke madinah), saf (barisan), sufi (suci), sophus (bahasa yunani : hikmat), dan suf (kain wol).
  • Dari segi linguistik (bahasa), tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana.
  • Dari dimensi-dimensi para ahli, dapat disimpulkan bawha tasawuf pada intinya adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan allah swt.

Sub 2: Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu lainnya
  •  Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu kalam
Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Selain itu tasawuf mempunyai fungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniyah dalam perdebatan-perdebatan islam.
  • Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu fiqh
Ilmu tasawuf dan ilmu fiqh saling terikat, ilmu ini mampu menumbuhkan kesiapan manusia untuk melaksanakan hokum-hukum fiqh karena pelaksanaan ewajiban manusia tidak akan sempurna tanpa perjalanan rohaniyah.
  • Hubungan ilmu tasawu dengan filsafat
Ilmu tasawuf yang berkembang didunia islam tidak dapat dinafikan sebagai sumbangan pemikiran filsafat.
  • Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu jiwa
Pembahasan tasawuf dibicarakan tentang hubungan  jiwa dengan badan agar tercipta keserasian antara keduanya.

Buku 3
Identitas Buku: Drs. H. Miswar, MA, H. Pangulu Abd. Karim Nasution, Lc.MA, Akhlak Tasawuf

Sub 1: Definisi Tasawuf
  • Definisi tasawuf berdasarkan 3 sudut pandang :
1)      Pendefinisian tasawuf dari sudut Bidayah, yaitu perasaan manusia dengan fitrahnya bahwa tidak semua yang ada ini dapat menguasai dirinya. Dibalik semuanya ada yang memelihara rohnya.
2)      Pendefinisian dari segi Jahidah (kesungguhan), yaitu dengan merendahkan diri dan pengalaman agama dan pengenalan semua fadhilah-fadhilahnya.
3)      Pendefinisian dari segi yang dirasakan, yaitu kesadaran fitrah yang dapat mengerahkan jiwa kepada kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendapatkan suatu perasaan yang berhubungan dengan wujud tuhan yang mutlak.


Sub 2: Hubungan tasawuf, ilmu kalam dan filsafat
  • Hubungan antara ilmu tasawuf, ilmu kalam dan filsafat sangatlah erat. Kedekatan hubungan ketiga ilmu ini dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu :
1)      Sumber; sumber informasi dan landasan ilmu tasawuf, ilmu kalam dan fisafat dalam islam adalah wahyu.
2)      Fungsi; ketiganya merupakan landasan ilmu-ilmu terapan.
3)      Tujuan; ketiganya sama-sama beerujuan untuk memperkuat dan memperkokoh sendi-sendi islam melalui hakekat dengan tuhan. Ilmu kalam memperkuat dari sudut keyakinan dan filsafat melalui kebenaran sepanjang logika. Karena ketiganya memilki hubungan yang subsistik saling menguatkan.

Kesimpulan

Relevansi dengan bidang :
Dalam bidang sistem informasi, akhlak tasawuf bertujuan untuk melahirkan pribadi yang suci, taat kepada allah swt, karena sebagaimana telah dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki kesadaran fitrah yang dapat mengerahkan jiwa kepada kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendapatkan suatu perasaan yang berhubungan dengan wujud tuhan yang mutlak. Bila itu semua sudah terlaksana, pasti akan lahir seorang ahli sistem informasi yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Pada zaman sekarang yang serba digital, tentunya ilmu-ilmu seperti akhlak tasawuf ini semakin kurang berkembang atau dilaksanakan, jadi dengan adanya seorang ahli sistem informasi yang memiliki akhlak tasawuf akan lebih mengembangkan informasi tentang pentingnya akhlak tasawuf pada era modern ini. 

Sabtu, 13 Agustus 2016

Terjemahan Lirik Lagu Secret Base ~Kimi ga Kuretamono~ - Silent Siren

Secret Base ~Kimi ga Kuretamono~

Kimi to natsu no owari shourai no yume 
Ookina kibou wasurenai 
Juunen go no hachigatsu 
Mata deaeru no wo shinjite 
Saikou no omoide wo......
  • Akhir musim panas denganmu
  • Mimpi kita untuk masa depan
  • Harapan besar, aku tidak akan melupakannya
  • Percayalah pada saat bulan Agustus, sepuluh tahun dari sekarang, kita akan bertemu lagi
  • Kenangan terbaik ...

Deai wa futto shita shunkan kaerimichi no kousaten de 
Koe wo kakete kureta ne "issho ni kaerou" 
Boku wa terekusa sou ni kaban de kao wo kakushi nagara 
Hontou wa totemo totemo ureshikatta yo
  • Pertemuan kami adalah salah satu momen
  • Dalam perjalanan pulang, di persimpangan kau berbicara padaku, "Mari kita berjalan bersama"
  • Aku menyembunyikan wajahku dengan tas
  • Tapi sungguh, aku sangat senang

Aa hanabi ga yozora kirei ni saite chotto setsunaku 

Aa kaze ga jikan to tomo ni nagareru
  • Ah, kembang api mekar di langit malam yang indah ini sedikit menyedihkan
  • Ah, angin bertiup bersama dengan waktu

Ureshiku tte tanoshiku tte bouken mo iroiro shita ne 

Futari no himitsu no kichi no naka
  • Menjadi bahagia, bersenang-senang, kami sering berpetualang
  • Di dalam markas rahasia kami

Kimi to natsu no owari shourai no yume Ookina kibou wasurenai 

Juu nen go no hachigatsu 
mata deaeru no shinjite 
Kimi ga saigo made kokoro wo kara "arigatou" Sakendeita koto 
Shiteita yo 
Namida wo koraete egao de sayonara setsunai yo ne 
Saikou no omoide wo...
  • Akhir tahun musim panas denganmu, mimpi kita untuk masa depan
  • Harapan besar, aku tidak akan melupakannya
  • Percayalah pada saat bulan Agustus, sepuluh tahun dari sekarang, kita akan bertemu lagi
  • Dari hatimu, sampai akhir, aku tahu kau berteriak, "Terima kasih"
  • Memegang air mata kembali
  • Senyum perpisahan, mengharukan
  • Kenangan terbaik ...

Aa natsuyasumi mo ato sukoshi de owacchau kara 

Aa taiyou to tsuki nakayoku shite
  • Ah, liburan musim panas hampir berakhir
  • Aku berharap matahari dan bulan akur

Kanashiku tte sabishiku tte kenka mo iroiro shita ne 
Futari no himitsu no kichi no naka
  • Menjadi sedih, menjdi kesepian, kami sering bertengkar
  • Di dalam markas rahasia kami

Kimi ga saigo made kokoro kara "arigatou" sakendeita koto 
Shiteita yo 
Namida wo koraete egao de sayonara setsunai yo ne 
Saikou no omoide wo...
  • Dari hatimu, sampai akhir, aku tahu kau berteriak, "Terima kasih"
  • Memegang air mata kembali, senyum perpisahan, mengharukan
  • Kenangan terbaik..

Totsuzen no tenkou de dou shiyou mo naku 

Tegami kaku yo denwa mo suru yo Wasurenaide ne boku no koto wo 
itsumademo futari no kichi no naka
  • Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba pindah ke sekolah lain
  • Aku akan menulis surat, saku akan meneleponmu, jadi jangan lupakan aku
  • Di dalam markas rahasia kami

Kimi to natsu no owari zutto hanashite 

Yuuhi wo mite kara hoshi wo nagame 
Kimi no hoho wo nagareta namida wa zutto wasurenai 
Kimi ga saigo made ookikute wo futtekureta koto 
Kitto wasurenai 
Dakara kou shite yume no naka de zutto eien ni...
  • Aku berbicara denganmu di akhir musim panas
  • Melihat matahari terbenam dan memandang bintang-bintang
  • Aku tidak akan pernah melupakan air mata yang bergulir di pipimu
  • Aku tidak akan pernah melupakanmu, melambaikan tangan sampai akhir
  • Jadi selamanya, seperti ini, dalam mimpi kita ...

Kimi to natsu no owari shourai no yume Ookina kibou wasurenai 

Juu nen go no hachigatsu mata deaeru no wo shinjite 
Kimi ga saigo made kokoro kara "arigatou" sakendeita koto 
Shiteita yo 
Namida wo koraete egao de sayonara setsunai yo ne 
Saikou no omoide wo... 
Saikou no omoide wo...
  • Akhir tahun musim panas denganmu, mimpi kita untuk masa depan
  • Harapan besar, aku tidak akan melupakannya
  • Percayalah pada saat bulan Agustus, sepuluh tahun dari sekarang, kita akan bertemu lagi
  • Dari hatimu, sampai akhir, aku tahu kau berteriak, "Terima kasih"
  • Memegang air mata kembali, senyum perpisahan, mengharukan
  • Kenangan terbaik ...
  • Kenangan terbaik ...




~ Sankyu ~

Kamis, 11 Agustus 2016

5 Tanda dia bukan Cinta sejati kamu

Apa itu Cinta? Cinta memiliki banyak arti. Terkadang sebagian orang juga salah mengartikan Cinta. Lalu bagaimana dengan Cinta sejati? Apakah cinta sejati benar-benar ada?

Cinta sejati bukanlah semata-mata menyukai seseorang yang sempurna hingga kita tidak pernah berpikir untuk melepaskannya, namun Cinta sejati akan terlihat seiring berjalannya waktu. Berbeda dengan Cinta pada pandangan pertama, Cinta sejati tidak hanya melihat dari satu sisi, namun Cinta sejati merasakan dari hati.




Mungkin sebagian orang berpikir sebuah ikatan pernikahan adalah bukti dari cinta sejati, tentu saja itu keliru. Pernikahan tidak bisa menjadi bukti cinta sejati, namun mempertahankan hubungan/ikatan pernikahan itu yang disebut Cinta sejati. Berikut tanda-tanda dia bukan Cinta sejati kamu.


1.  Masih ada yang dirahasiakan dari kamu.
Setiap orang pasti memiliki sebuah privasi dalam hidupnya yang tentu tidak ingin diketahui oranglain. Tapi dalam sebuah hubungan pasti perlu adanya keterbukaan, keterbukaan dalam arti tidak ada rahasia diantara keduanya. Hal inilah yang membuat hubungan menjadi harmonis, karena hal  itu membuat tumbuhnya rasa kepercayaan satu sama lain. Bila seseorang yang kamu Cintai masih menyimpan rahasia dari kamu, maka dia bukan Cinta sejati kamu. Satu contoh kecil, yaitu Password handphone pasanganmu. Dan contoh yang lebih meyakinkan, yaitu masalah di kehidupannya. Bila dia terbuka atau sering curhat tentang masalah yang dihadapinya, yakinlah bahwa dia Cinta sejati kamu. 
  
2. Tidak adanya kepercayaan.
Salah satu masalah klasik yang dihadapi dalam suatu hubungan. Terkadang itu adalah salah satu bukti bahwa kita benar-benar cinta  dengan pasangan kita, namun hubungan yang seperti inilah yang tidak sehat. Dalam suatu hubungan yang harmonis memerlukan saling percaya satu sama lain, cemburu itu harus, namun harus dengan alasan yang logis. Bila dia masih tidak percaya dengan apa yang kamu lakukan dan masih sering curiga, yakinlah dia bukan Cinta sejati kamu.

3. Hanya mementingkan diri sendiri.
Egois pasti membuat suatu hubungan tidak bertahan lama. Jika hanya satu mungkin masih bisa berjalan, namun bila keduanya saling memiliki ego masing-masing? itu akan menjadi sangat rumit. Bila pasanganmu masih mementingkan diri sendiri dari pada kebahagiaanmu, itu bukan Cinta sejati kamu, namun bila sebaliknya, pertahankanlah dia.

4. Tidak mempersiapkan masa depan yang baik untuk kamu.
Cinta membutakan segalanya, mungkin itu benar. Tapi apakah seseorang tega menjalani kehidupan yang sulit bersama orang yang dicintainya? Bila dia benar-benar mencintai kamu, dia akan berusaha untuk membahagiakan kamu di masa yang akan datang. Dengan kerja kerasnya menyiapkan masa depan yang indah bersama kamu. Dia adalah Cinta sejati. Tapi jika sebaliknya, dia hanya bermalas-malasan menghabiskan harta orangtuanya tanpa memberikan kejelasan masa depannya bersamamu, berpikirlah untuk mencari yang lebih serius denganmu.

5. Hanya memikirkan nafsu semata.
Cinta dan nafsu memang beda tipis. Banyak orang yang nafsu dengan mengatasnamakan Cinta. Cinta sejati tidak akan merusak dirimu dan kehidupanmu. Bahkan dia akan menjaga kamu untuk masa depan yang indah bersamamu. Bila pasanganmu masih memikirkan kepuasan nafsunya bersamamu, dia bukan Cinta sejati kamu.

Senin, 22 Februari 2016

Jenis-jenis Manga, Yonkoma dan Hitokoma

                          http://data.tokyogirlsupdate.com/wp/wp-content/uploads/2015/08/img-otaku-manga-ex-04.jpg



Komik jepang dan kartun, atau yang lebih dikenal dengan manga, selalu atas budaya Jepang. Anda yang membaca artikel ini pastinya tahu komik seperti "Naruto" dan "One Piece. Manga semacam ini mungkin menjadi pekerjaan full-length. Mungkin menurut anda semua manga sama saja tidak ada jenis tertentu, tetapi disisi lain, terdapat jenis tertentu, yaitu disebut "yonkoma manga" yang merupakan format komik-strip dan terdiri dari 4 panel. Yonkoma memiliki ciri khas, ciri khas itu disebut "Sazaesan".   Meskipun anime lebih terkenal dari pada manga, namun anime itu berasal dari manga. Yonkoma manga memiliki 4 panel, diantaranya :
  • Panel pertama disebut "Ki" dan menggambarkan adegan dan cerita dimana karakter tersebut.
  • Panel kedua disebut "Sho" dan mengembangkan cerita dari panel pertama.
  • Panelyang ketiga disebut "Ten" dan membawa klimaks cerita
  • Panel terakhir disebut "Ketsu" menyediakan ending dipengaruhi oleh panel ketiga.
Panel ini berinteraksi satu sama lain dan memiliki keterkaian dari awal cerita hingga akhir cerita. Komik Yonkoma tampaknya sangat tipis dibandingkan dengan manga seperti Naruto dan One Piece. Namun meskipun anda telah melihat itu sebelumnya, disana ada komik yang jauh lebih ramping dari manga yonkoma, yaitu "Hitokoma manga". Hitokoma berarti satu panel, sehingga hitokoma manga hanya memiliki satu panel.

                  http://data.tokyogirlsupdate.com/wp/wp-content/uploads/2015/08/img-otaku-manga-perorin-21-484x600.jpg

Walaupun saya sendiri lebih suka menonton animenya saja daripada membaca manganya karena manga lebih membosankan dan melelahkan, tetapi tidak dapat di pungkiri bahwa budaya Jepang yang satu ini yaitu manga sudah sangat populer, baik itu di Indonesia maupun di  Eropa dan Amerika.