Identitas
Nama : Muhammad Rafli Hakim
NIM : 72153009
Prodi/Sem : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sanins dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pembimbing : Dr. Jaffar, MA
Mata Kuliah : Akhlak Tasawuf
Tema : Definisi, Hierarki dan Tujuan
Buku
Identitas Buku : Dr. Jaffar, MA, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi (Medan: Perdana Publishing, 2016)
Identitas Buku : Dr. Jaffar, MA, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi (Medan: Perdana Publishing, 2016)
Sub 1: Definisi Tasawuf
- Ada 4 asal usul kata tasawuf :
1) Istilah tasawuf
berasal dari kata al shuf, yaitu wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan
jubah yang terbuat dari bulu domba.
2) Istilah tasawuf
berasal dari kata al-shaf,yaitu barisan pertama yang bermakna bahwa kaum sufi
berada pada barisan pertama didepan tuhan.
3) Istilah tasawuf
berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi mengaku sebagai golongan ahli
al shuffah yang diridai allah.
4) Istilah tasawuf
berasal dari kata al-shafa’ yang artinya kesucian, sebagai makna bahwa para
sufi telah menyucikan akhlak mereka dari noda-noda bawaan dan karena kebersihan
tindakan mereka.
- Berdasarkan pendapat sejumla sufi, dapan dipahami bawha tasawuf merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan penyucian jiwa manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada allah swt.
- Pembahasan tasawuf berkaitan dengan akhlak mulia, sikap konsisten mengendalikan diri kepada allah swt.
Sub 2: Tasawuf dalam hirarki ilmu-ilmu islam
- Ibn kaldun mengkateggorikan tasawuf sebagai salah saatu dari berbagai ilmu-ilmu syariah.
- Al-ghazali mengkategorikan tasawuf sebagai ilmu yang dihadirkan.
- Ibn al-qayyim al-jauziyah mengelompokkan tasawuf keada ilmu makrifat dan ilmu yang didasari ilham dari allah.
- Syekh Muhammad nakub mengkategorikan tasawuf sebagai metafisika islam.
- Tasawuf salah satu ilmu syariahh yang bersumber dari al-quran dan hadis. Mespikun muncul sebagai disiplin ilmu, tasawuf sebagai bagian dari ilmu-ilmu syariat tela diprraktikkan pada zaman nabi Muhammad SAW, sahabat dan tabiin pada masa itu tasawuf masih berupa ibadah semata.
Sub 3: Tujuan Tasawuf
- Dari pernyataan para sufi, dapat ditegaskan bahwa tujuan bertasawuf adalah bermakrifat pada allah swt.
- Tasawuf berupaya mengantarkan penekunnya untuk selalu bersama allah dalamberbagai keadaan dan memantulan akhlak mulia dalam diri pengkasihnya sebagai wujud dari kemantapan tauhidnya.
Buku 2
Identitas Buku : Drs. H. Ahmad Bangun Nasution, M.A, Drs. Hj. Rayani
Hanum Siregar, M.H, Akhlak Tasawuf : Penerapan,
Pemahaman dan Pengaplikasiannya
Sub 1 : Pengertian Tasawuf
- Dari segi istilah ada5 istilahh yang berkenaan dengan tasawuf, yaitu al-suffah (orang yang ikut pindahh dengan nabi dari mekkah ke madinah), saf (barisan), sufi (suci), sophus (bahasa yunani : hikmat), dan suf (kain wol).
- Dari segi linguistik (bahasa), tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana.
- Dari dimensi-dimensi para ahli, dapat disimpulkan bawha tasawuf pada intinya adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan allah swt.
Sub 2: Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu lainnya
- Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu kalam
Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf
berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Selain itu tasawuf
mempunyai fungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniyah dalam
perdebatan-perdebatan islam.
- Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu fiqh
- Hubungan ilmu tasawu dengan filsafat
- Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu jiwa
Pembahasan tasawuf dibicarakan tentang hubungan jiwa dengan badan agar tercipta keserasian
antara keduanya.
Buku 3
Identitas Buku: Drs. H. Miswar, MA, H. Pangulu Abd. Karim Nasution,
Lc.MA, Akhlak Tasawuf
Sub 1: Definisi Tasawuf
- Definisi tasawuf berdasarkan 3 sudut pandang :
1)
Pendefinisian tasawuf
dari sudut Bidayah, yaitu perasaan manusia dengan fitrahnya bahwa tidak semua
yang ada ini dapat menguasai dirinya. Dibalik semuanya ada yang memelihara
rohnya.
2)
Pendefinisian dari
segi Jahidah (kesungguhan), yaitu dengan merendahkan diri dan pengalaman agama
dan pengenalan semua fadhilah-fadhilahnya.
3)
Pendefinisian dari
segi yang dirasakan, yaitu kesadaran fitrah yang dapat mengerahkan jiwa kepada
kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendapatkan suatu perasaan yang berhubungan
dengan wujud tuhan yang mutlak.
Sub 2: Hubungan tasawuf, ilmu kalam dan filsafat
- Hubungan antara ilmu tasawuf, ilmu kalam dan filsafat sangatlah erat. Kedekatan hubungan ketiga ilmu ini dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu :
1)
Sumber; sumber
informasi dan landasan ilmu tasawuf, ilmu kalam dan fisafat dalam islam adalah
wahyu.
2)
Fungsi;
ketiganya merupakan landasan ilmu-ilmu terapan.
3)
Tujuan;
ketiganya sama-sama beerujuan untuk memperkuat dan memperkokoh sendi-sendi
islam melalui hakekat dengan tuhan. Ilmu kalam memperkuat dari sudut keyakinan
dan filsafat melalui kebenaran sepanjang logika. Karena ketiganya memilki hubungan
yang subsistik saling menguatkan.
Kesimpulan
Relevansi dengan bidang :
Dalam bidang sistem informasi, akhlak tasawuf bertujuan untuk
melahirkan pribadi yang suci, taat kepada allah swt, karena sebagaimana telah
dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki kesadaran fitrah yang dapat
mengerahkan jiwa kepada kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendapatkan suatu
perasaan yang berhubungan dengan wujud tuhan yang mutlak. Bila itu semua sudah
terlaksana, pasti akan lahir seorang ahli sistem informasi yang selalu
memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk
kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Pada zaman sekarang yang serba digital,
tentunya ilmu-ilmu seperti akhlak tasawuf ini semakin kurang berkembang atau
dilaksanakan, jadi dengan adanya seorang ahli sistem informasi yang memiliki
akhlak tasawuf akan lebih mengembangkan informasi tentang pentingnya akhlak
tasawuf pada era modern ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar