Senin, 31 Oktober 2016

Epistemologi Tasawuf

ALHLAK  TASAWUF
Nama: Muhammad Rafli Hakim
NIM: 72153009
Prodi.Sem: Sistem Informasi-2/III
Fakultas: Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi: UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu: Dr. Ja’far, MA
Mata Kuliah: Akhlak Tasawuf

TEMA: Epistemologi Tasawuf

BUKU
Identitas Buku: Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran kaun sufi (Medan : Perdana Publishing, 2016)


Sub 1: Peran Hati dalam Tasawuf
    Istilah hati tersebut berulang kali dalam Al-qur’an dan hadis, yang biasanya disebut dengan kata qalb, al-fuad, atau af’idah.  Dalam tradisi Islam, hati (qalb) merupakan subsistem jiwa manusia. Ahmad Mubarok telah menemukan konsep Alquran tentang fungsi, potensi, kandungan, dan kualitas hati manusia.  Disebutkan bahwa ada delapan potensi hati, yakni hal itu bisa berpaling; merasa kecewa dan kesal; sengaja memutuskan untuk melakukan sesuatu; berprasangka;menolak sesuatu;mengingkari;dapat diuji;dapat ditundukkan;dapat diperluas dan di persempit; bahkan bisa ditutup rapat. Adapun kandungan hati manusia adlah penyakit.
            Mayoritas sufi menilai bahwa akal manusia tidak mamou mencapai hakikat Allah Swt.,dan Alquran menjelaskan bahwa kelemahan akal bisa ditutupi oleh hati yang damai. Jadi hati yang damai mampu datang dan menghadap pada Allah Swt. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa hati menjadi  standar baik dan buruk jasmani manusia. Nabi Muhammad Saw bersabda; “kaya itu bukanlah karena harta, tetapi kaya itu adalah kaya hati”. Hati sebagai sarana intuk menemukan ilmu lebih banyak dibahas oleh kaum sufi dalam berabagai karya mereka.
            Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati bermakna ganda. Pertama, hati adalah “Daging yang diletakkan didalam dada sebelah kiri. Dalam daging trsebut terdapat lubang, dan dalam lubang tersebut terdapat darah berwarna hitam yang menjadi sumber ruh.  Kedua, “sesuatu yang halus, bersifat ketuhanan, ruhani, dan memiliki kaitannya dengan ruh. Hati ini merupakan hakikat manusia. Jadi hati terdiri atas dua bentuk, yakni hati yang bersifat jasmani dan hati yang bersifat ruhani.

Sub 2: Metode Tazkiyah al-Nafs
   Kaum sufi meyakini bahwa akal manusia masih memiliki kelemahan. Akal tidak mampu mMenyaksikan realitas spiritual, atau merumuskan knsepibadah yang di inginkan Tuhan, akan tetapi akal mampu memberikan buktu rasional bagi eksistensi Tuhan dan alam malaikat, atau merumuskan daya-daya psikologi manusia, dan membuktian keputusan hari kiamat akan terjadi. Adapun keutamaan tazkiayh al-nafs  menurut al-quran bahwa pelakunya disebut sebagai orang-orang beruntung dan orang-orang tersebut diberi pahala serta keabadian surgawi.
Metode ‘irfani’ merupakan metode kaum sufi dalam Islam yang mengandlkan kativitas penyucian jiwa untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., dan menilai bahwa llmu hakiki hanya diraih dengan cara mendekatkan diri kepada sosok yang Maha Mengetahui, bukan dengan metode oservasi dan eksperimen atau juga metode rasional. Dalam al-Munqizh min al-Dhalal, al-Gazali menyatakan bahwa kaum sufi mampu meraih musyahadah dan mukasyafah, sehingga mereka akan mampu menyaksikan dan mendengar suara-suara para malaikat dan ruh-ruh para nabi dengan hati mereka. Merutunya seorang sufi hanya mampu meraih ma’rifah sebagai maqam paling tinggi. Al-ghazali tidak merasa puas dengan metode ketiganya, dan merasa gagal menemukan kebenaran, sampai akhirnya menemukan mazhab kaum sufi  dan metode tasawuf yang dapat diandalkan dalam menemukan kebenaran, serta menjauhkan diri dari keraguan.  Ibn al-Qayyim al-Jauziyah menyebut ilmu yang diraih oleh kaum sufi sebagaim ‘ilm laduniyun, yakni ilmu yang disyaratkan kepada ilmu yang diperoleh seorang hamba tanpa menggunakan sarana, tetapi berdasarkan ilham dari Allah, dan diperkenalkan Allah kepada hamba-Nya.

KESIMPULAN
Dijelaskan dalam al-qur’an bahwa kandungna hati manusia terdapat banyak sekali macam-macam penyakit hati. Manusia memiliki  banyak penyakit hati baik dari positif maupun yang negatif, dan islam mengajarkan agar mempunyai sifat hati positif dan menjauhi sifat hati yang negatif. Serta al-qur’an juga menjelaskan bahwa kelemahan akal bisa di tutupi dengan hati yang damai.

RELEVANSI DENGAN BIDANG :
Sebagai Jurusan Sistem Informasi kita walaupun tidak terlalu ahli dalam bidang IT ini dan juga tidak terlalu cerdas, maka janganlah menyombongkan diri denga ilmu yang dimiliki, bahkan Seorang IT yang sangat pintar sekalipun tetepi kalau dia sombong tidak akan mendamaikn kedamaian hati, tetapi sebaliknya jika seorang tersebut tidak terlalu cerdas jika memiliki hati yang bersih dan suci maka kekurangannya kan ditutupi oleh hati yang bersih tersebut.

Selasa, 25 Oktober 2016

Mata Kuliah Akhlak Tasawuf UIN Sumatera Utara

Identitas
Nama : Muhammad Rafli Hakim
NIM : 72153009
Prodi/Sem : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sanins dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pembimbing : Dr. Jaffar, MA
Mata Kuliah : Akhlak Tasawuf

Tema : Definisi, Hierarki dan Tujuan

Buku
Identitas Buku : Dr. Jaffar, MA, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi (Medan: Perdana Publishing, 2016)
           
Sub 1: Definisi Tasawuf
  • Ada 4 asal usul kata tasawuf :
1)  Istilah tasawuf berasal dari kata al shuf, yaitu wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba.
2)  Istilah tasawuf berasal dari kata al-shaf,yaitu barisan pertama yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama didepan tuhan.
3)  Istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah karena para sufi mengaku sebagai golongan ahli al shuffah yang diridai allah.
4)  Istilah tasawuf berasal dari kata al-shafa’ yang artinya kesucian, sebagai makna bahwa para sufi telah menyucikan akhlak mereka dari noda-noda bawaan dan karena kebersihan tindakan mereka.
  • Berdasarkan pendapat sejumla sufi, dapan dipahami bawha tasawuf merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan penyucian jiwa manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada allah swt.
  • Pembahasan tasawuf berkaitan dengan akhlak mulia, sikap konsisten mengendalikan diri kepada allah swt.

Sub 2: Tasawuf dalam hirarki ilmu-ilmu islam
  • Ibn kaldun mengkateggorikan tasawuf sebagai salah saatu dari berbagai ilmu-ilmu syariah.
  • Al-ghazali mengkategorikan tasawuf sebagai ilmu yang dihadirkan.
  • Ibn al-qayyim al-jauziyah mengelompokkan tasawuf keada ilmu makrifat dan ilmu yang didasari ilham dari allah.
  • Syekh Muhammad nakub mengkategorikan tasawuf sebagai metafisika islam.
  • Tasawuf salah satu ilmu syariahh yang bersumber dari al-quran dan hadis. Mespikun muncul sebagai disiplin ilmu, tasawuf sebagai bagian dari ilmu-ilmu syariat tela diprraktikkan pada zaman nabi Muhammad SAW, sahabat dan tabiin pada masa itu tasawuf masih berupa ibadah semata.

Sub 3: Tujuan Tasawuf
  • Dari pernyataan para sufi, dapat ditegaskan bahwa tujuan bertasawuf adalah bermakrifat pada allah swt.
  • Tasawuf berupaya mengantarkan penekunnya untuk selalu bersama allah dalamberbagai keadaan dan memantulan akhlak mulia dalam diri pengkasihnya sebagai wujud dari kemantapan tauhidnya.

Buku 2
Identitas Buku : Drs. H. Ahmad Bangun Nasution, M.A, Drs. Hj. Rayani Hanum Siregar,                                                M.H, Akhlak Tasawuf : Penerapan, Pemahaman dan Pengaplikasiannya

Sub 1 : Pengertian Tasawuf
  • Dari segi istilah ada5 istilahh yang berkenaan dengan tasawuf, yaitu al-suffah (orang yang ikut pindahh dengan nabi dari mekkah ke madinah), saf (barisan), sufi (suci), sophus (bahasa yunani : hikmat), dan suf (kain wol).
  • Dari segi linguistik (bahasa), tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana.
  • Dari dimensi-dimensi para ahli, dapat disimpulkan bawha tasawuf pada intinya adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan allah swt.

Sub 2: Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu lainnya
  •  Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu kalam
Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Selain itu tasawuf mempunyai fungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniyah dalam perdebatan-perdebatan islam.
  • Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu fiqh
Ilmu tasawuf dan ilmu fiqh saling terikat, ilmu ini mampu menumbuhkan kesiapan manusia untuk melaksanakan hokum-hukum fiqh karena pelaksanaan ewajiban manusia tidak akan sempurna tanpa perjalanan rohaniyah.
  • Hubungan ilmu tasawu dengan filsafat
Ilmu tasawuf yang berkembang didunia islam tidak dapat dinafikan sebagai sumbangan pemikiran filsafat.
  • Hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu jiwa
Pembahasan tasawuf dibicarakan tentang hubungan  jiwa dengan badan agar tercipta keserasian antara keduanya.

Buku 3
Identitas Buku: Drs. H. Miswar, MA, H. Pangulu Abd. Karim Nasution, Lc.MA, Akhlak Tasawuf

Sub 1: Definisi Tasawuf
  • Definisi tasawuf berdasarkan 3 sudut pandang :
1)      Pendefinisian tasawuf dari sudut Bidayah, yaitu perasaan manusia dengan fitrahnya bahwa tidak semua yang ada ini dapat menguasai dirinya. Dibalik semuanya ada yang memelihara rohnya.
2)      Pendefinisian dari segi Jahidah (kesungguhan), yaitu dengan merendahkan diri dan pengalaman agama dan pengenalan semua fadhilah-fadhilahnya.
3)      Pendefinisian dari segi yang dirasakan, yaitu kesadaran fitrah yang dapat mengerahkan jiwa kepada kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendapatkan suatu perasaan yang berhubungan dengan wujud tuhan yang mutlak.


Sub 2: Hubungan tasawuf, ilmu kalam dan filsafat
  • Hubungan antara ilmu tasawuf, ilmu kalam dan filsafat sangatlah erat. Kedekatan hubungan ketiga ilmu ini dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu :
1)      Sumber; sumber informasi dan landasan ilmu tasawuf, ilmu kalam dan fisafat dalam islam adalah wahyu.
2)      Fungsi; ketiganya merupakan landasan ilmu-ilmu terapan.
3)      Tujuan; ketiganya sama-sama beerujuan untuk memperkuat dan memperkokoh sendi-sendi islam melalui hakekat dengan tuhan. Ilmu kalam memperkuat dari sudut keyakinan dan filsafat melalui kebenaran sepanjang logika. Karena ketiganya memilki hubungan yang subsistik saling menguatkan.

Kesimpulan

Relevansi dengan bidang :
Dalam bidang sistem informasi, akhlak tasawuf bertujuan untuk melahirkan pribadi yang suci, taat kepada allah swt, karena sebagaimana telah dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki kesadaran fitrah yang dapat mengerahkan jiwa kepada kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendapatkan suatu perasaan yang berhubungan dengan wujud tuhan yang mutlak. Bila itu semua sudah terlaksana, pasti akan lahir seorang ahli sistem informasi yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Pada zaman sekarang yang serba digital, tentunya ilmu-ilmu seperti akhlak tasawuf ini semakin kurang berkembang atau dilaksanakan, jadi dengan adanya seorang ahli sistem informasi yang memiliki akhlak tasawuf akan lebih mengembangkan informasi tentang pentingnya akhlak tasawuf pada era modern ini.