Minggu, 06 November 2016

Mata Kuliah Akhlak Tasawuf:Metode Tazkiyah Al-Nafs

IDENTITAS
            Nama : Muhammad Rafli Hakim
            NIM : 72153009
            Prodi/Sem : Sistem Informasi-2 / III
            Fakultas : Sains dan Teknologi
            Perguruan Tinggi  : UIN Sumatera Utara
            Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
            Matakuliah : Akhlak Tasawuf

TEMA             :  Metode Tazkiyah Al-Nafs

BUKU                                              
Identitas Buku : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi(Medan: Perdana Publishing, 2016)

METODE TAZKIYAH AL - NAFS
Kaum sufi meyakini bahwa akal manusia masih memiliki kelemahan, meskipun relatif sukses memberikan gambaran rasional terhadap dunia spritual. Sekedar contoh, akal tidak mampu menyaksikan realitas spiritual, atau merumuskan konsep ibadah yang diinginkan tuhan, akan tetapi akal mampu memberikan bukti rasional bagi ekstensi tuhan dan alam malaikat, atau merumuskan daya – daya psikologis manusia, dan membuktikan kepastian hari kiamat akan terjadi. Karena metode burhani tidak mampu membuat manusia untuk dapat menyaksian (musyahadah) realitas spiritual, maka dalam epistomologi islam dikenal dengan metode tazkiyah al-nafs atau irfani yang dinilai sangat ampuh menutupi kelemahan metode burhani.
Keabsahan tazkiyah al – nafs diakui oleh kitab suci umat islam. Al-qur’an misalnya, menegaskan bahwa para nabi dan rasul diutus untuk menyucikan jiwa manusia (Q.S Ali – Imran / 3:164 ). Term tazkiyah al –nafs disebut Al - qur’an sebanyak 25 kali dalam berbagai bentuk : akiyyah, azka, yuzakki, yatazakki atau zaki. Istilah tersebut dapat bermakna “tumbuh karena berkah dari Tuhan, Halal, sifat – sifat terpuji dan menyucikan jiwa”. Adapun keutamaan tazkiyah al – nafs menurut Al - quran bahwa pelakunya disebut sebagai orang – orang beruntung dan orang tersebut diberi pahala serta keabadian surgawi. Dengan demikian, metode irfani merupakan metode yang dikembangkan dari isyarat – isyarat wahyu, metode para nabi dan rasul, dan memberikan keberuntungan dunia dan akhirat kepada penggunanya.
Metode irfani merupakan metode kaum sufi dalam islam yang mengandalkan aktifitas penyucian jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., dan menilai bahwa ilmu hakiki hanya diraih dengan cara mendekatkan diri kepada sosok yang Maha Mengetahui (Al-Alim), bukan rasional. Al – Ghazali menekuni tasawuf dengan mempraktikkan metode para sufi seperti al – ‘uzlah, al – khalwah, al – riyadhah, dan al – mujahadah dalam rangka menyucikan jiwa, mendidik akhlak dan memurnikan hati untuk berzikir kepada allah. Al – Ghazali mengadakan khalwah selama 10 tahun untuk mempraktikkan semua metode kaum sufi, bahkan meninggalkan tahta, keluarga dan harta yang dimiliki. Dapat disimpulkan bahwa metode tazkiyah al – nafs dapat menjadi jalan lain bagi ilmuwan muslim untuk memperoleh ilmu (Ma’rifah).
Mazhab tasawuf, menurut Al – Ghazali dapat diwujudkan secara sempurna hanya melalui ilmu (‘ilm) dan amal (‘amal). Karya – karya para sufi menegaskan manusia terdiri atas badan dan jiwa (qalb). Baik badan maupun jiwa dapat menjadi sehat dan bahagia manakala kebutuhan keduanya dapat dipenuhi secara benar, dan menjadi sakit manakala kebutuhan keduanya tidak dipenuhi. Sebab itulah para sufi mengajarkan tentang usaha pemenuhan kebutuhan jiwa demi menghindari kehancurannya. Sebagaimana ditegaskan bahwa tasawuf tidak hanya sekedar ilmu, melainkan amal, sehingga menjadi dasar pijakan kaum sufi adalah mengamalkan ajaran kaum sufi dengan ‘uzlah, khalwah, riyadhah, mujahadah, ibadah dan zikr sebagai sarana paling tepat untuk menyucikan jiwa.

RELEVANSI
Keterkaitan antara sub bab kali ini dengan prodi yang saya ambil di salah satu Universitas Negeri Islam Sumatra Utara yaitu dalam mempelajari hal kita tidak hanya berpusat dalam satu teori saja tetapi kita juga harus membandingkan antar teori – teori dan pendapat para ahli dibidangnya masing – masing. Sebagai seorang progremmer kita tidak mesti harus dapat menguasai satu bahasa pemograman karena setiap perusahan kita tidak dihadapkan dengan apa program yang dikuasai tetapi akan banya pemograman yang lainnya yang akan kita jalankan. Jadi, sebagai seorang progremmer kita harus dapat menguasai beberapa keahlian dalam program.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar