Minggu, 20 November 2016

Akhlak Tasawuf: Tobat, Warak dan Zuhud

IDENTITAS :
Nama: Muhammad Rafli Hakim
Nim: 72153009
Prodi/Sem: Sistem Informasi /III
Fakulta: Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi: UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu: Dr. Ja'far, MA

TEMA :
Tobat, Warak, dan Zuhud

IDENTITAS BUKU :
Ja’far. Gerbang Tasawuf : Dimensi teoretis dan praktis ajaran kaum sufi. Medan : Perdana Publishing, 2016.

Sub 1 : Tobat
         Dalam bahasa indonesia, tobat bermakna  “sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan.”Maqam tobat (al-taubah) merupakan maqam pertama yang harus dilewati setiap salik dan diraih dengan menjalankan ibadah, mujahadah, dan riyadhah. Hampir semua sufi sepakat bahwa tobat adalah maqam pertama yang harus diperoleh setiap salik. Istilah tobat berasal dari bahasa arab, taba, yatubu. Tobatan, yang berarti kembali, dan disebut oelh Al-Quran sebanyak 87 kali dalam berbagai bentuk. (Ja’far, Gerbang Tasawuf. Hal 57. 2016)
Dalam Sunan Ibn Majah, disebutkan :
“Dari Abi Hurairah dari Nabi Muhammad SAW. Berkata sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla lebih gembira dengan tobat salah seorang diantara kalian daripada kegembiraan seseorang ketika menemukan kembali barangnya yang hilang.”

Sub 1 : Warak
         Kata warak berasal dari bahasa arab, wara’a, yari’u, wara’an yang bermakna berhati-hati, tetapi dalam kamus bahasa Indonesia, warak bermakna “patuh dan taat kepada Allah”. Di dunia tasawuf, kata warak ditandai dengan kehati-hatian dan kewaspadaan yang tinggi. Meskipun istilah ini tidak ditemukan dalam Al-Quran, tetapi semangat dan perintah untuk bersikap warak dapat dan mudah ditemukan didalamnya, dan banyak hadis Nabi Muhammad Saw menggunakan istilah warak. . (Ja’far, Gerbang Tasawuf. Hal 62. 2016)
Dalam Sunan Ibn Majah, misalnya  disebutkan :
“Dari Abi Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw. Berkata wahai Abu Hurairah, jadilah seorang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang utama. Jadilah orang yang menerima apa adanya (qana’ah), maka engkau akan menjadi manusia yang paling bersyukur. Cintailah seseorang sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, maka engkau akan menjadi mukmin yang sebenarnya. Perbaguslah hubungan tetangga bagi orang yang bertetangga kepadamu, maka engkau akan menjadi muslim yang sebenarnya. Sedikitlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati”

Sub 1 :  Zuhud
         Kata zuhud berasal dari bahasa arab, zahada, yazhudu, zuhdan yang artinya menjauhkan diri, tidak jadi berkeinginan, dan tidak tertarik. Dalam bahasa Indonesia, zuhud berarti “perihal meninggalkan keduniawian, pertapaan”. (Ja’far, Gerbang Tasawuf. Hal 63. 2016)
Para sufi memberikan banyak penjelasan mengenai hakikat zuhud. Junaid mengatakan bahwa zuhud adalah “tangan seseorang kosong dari kepemilikan dan kekosongan hati dan ambisi”.
Menurut Al-Qusyairi, “zuhud adalah meninggalkan yang haram, karena yang halal dibolehkan oleh Swt, zuhud adalh meninggalkan yang haram adalah wajib dan meninggalkan yang halal adalah keutamaan”

Kesimpulan :
           Tobat adalah sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan, Warak adalah patuh dan taat kepada Allah, selalu mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Swt, sedangkan zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat.

Relevansi dengan bidang :
          Sebagai mahasiswa jurusan sistem informasi, kita harus bisa memiliki sifat warak dan zuhud, dan ber-tobat apabila melakukan dosa. Kita adalah generasi penerus. Maka kita harus menjadi pemuda/i penerus bangsa yang memiliki sifat islami dan religius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar